Sekaten Tahun 2011 Lebih Istimewa

YOGYAKARTA (SINDO) – Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) atau yang lebih dikenal sebagai sekaten pada tahun ini terasa lebih istimewa. Sebab, sekaten yang berlangsung selama 40 hari,mulai kemarin sampai 15 Februari pembukaannyabertepatan dengan dikukuhkannya YogyakartasebagaiKota Republik.

Sekaten juga merupakan salah satu keistimewaan DIY karena merupakan akulturasi unsur budaya, religi bahkan ekonomi rakyat. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengaku bangga dan terharu karena ide Kota Republik justru berasal dari generasi muda yang sadar terhadap sejarah.“Artinya,generasi muda Yogyakarta ternyata tidak lupa dengan sejarah,”katanya saat pembukaan PMPS 2011 di Titik Nol Kilometer, kemarin.

Acara Tradisional Sekaten Jogjakarta

Memasuki bulan Januari, Jogja kembali menarik minat wisatawan melalui beragam acara budaya yang sangat menarik, setelah sukses menikmati gelaran akbar Jogja Java Carnival Desember lalu, memasuki awal tahun 2011 ini para wisatawan akan dimanjakan dengan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) yang juga merupakan acara tahunan yang selalu meriah.

Seperti biasanya, acara PMPS kali ini berpusat di Alun-alun utara dan Masjid Agung Kauman. Digelar selama sebulan lebih dari 7 Januari hingga 15 Februari 2011, PMPS akan menyuguhi para pengunjung pecinta kebudayaan nusantara khususnya kekentalan budaya “Kejawen” dengan rangkaian acara di antaranya:

  • Festival Potensi Wilayah (8-30 januari), yang mengusung tema “Ragam Jogja Budaya Seni” yang menampilkan karya dari berbagai wilayah kelurahan di Jogjakarta, diantaranya dengan pertunjukan seni tari, musik, dan teater di atas panggung kesenian yang disediakan.
  • Festival Band Religi,
  • Festival Busana Muslim,
  • Resital Gaguritan (8 Februari pukul 11:00 sampai 21:00), mengangkat tema “Yang Muda Yang Mengangkat Seni Tradisi” akan menampilkan pertunjukan beberapa seni pusi bahasa Jawa, namun bukan untuk dilombakan. Acara ini bertujuan mengenali potensi geguritan yang tumbuh di masyarakat. Setiap peserta yang ikut serta boleh mengangkat tema religi, wali, meupun puji-pujian. Acara ini juga diadakan di panggung kesenian PMPS.
  • Festival Seni Tradisi Religius,
  • Festival Ketoprak (8 Januari-13 Februari setiap Sabtu, Minggu, dan Kamis pukul 21:30 hingga 23:30), sebanyak 14 grup akan mengisi acara ini dengan menampilkan berbagai lakon yang menggambarkan Islam seperti Menak, Babad, dan lainnya. Ketoprak ini juga bertempat di Panggung kesenian PMPS.
  • Rangkaian pasar rakyat dengan puluhan stand pendukung dengan produk-produk permainan, kuliner, peralatan rumah tangga, pakaian, hingga stand-stand daerah.

Acara sebulan penuh ini memang menjadi penanda awal tahun yang meriah bagi masyarakat Jogjakarta dan pecinta seni budaya tradisi Jawa. Peringatan Maulid Nabi yang menjadi rangkaian inti acara Sekaten ini selalu ramai dikunjungi oleh warga dan wisatawan pada setiap penyelenggaraannya.

Menurut sejarahnya, Sekaten sendiri diselenggarakan untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW yang lahir pada tanggal 12 bulan Maulud, bulan ketiga dari tahun jawa. Sekaten merupakan upacara pendahuluan dari peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Diselenggarakan pada tanggal 5 hingga tanggal 12 dari bulan yang sama. Selain di Keraton Jogjakarta juga diselenggarakan di Keraton Surakarta.

Perayaan sekaten diantaranya meliputi “Sekaten Sepisan” yakni dibunyikannya dua perangkat gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur Madu, kemudian pemberian sedekah `Ngarso Dalem` Sri Sultan HB X berupa `udhik-udhik` (menyebar uang) dan kemudian diangkatnya kedua gamelan menuju Masjid Agung Jogjakarta dan ditutup dengan Grebeg.